Silver Arrow Hobby
Phones orders : 62-21-56942803
Online Technical Service
A Beginners' Guide for Remote Control Model
 
CATEGORY
Pesawat
Helicopter
Radio Sistem
Mesin
 
Products Review
 
Foto Galery
 
Mohon maaf website technical ini masih dalam pengembangan dan di harapkan akan dapat selesai sepenuhnya sampai akhir januari 2010
 
 
Serba-Serbi RC Receiver
MODERN RC RECEIVER
Pengembangan, Type dan Jenis Receiver


Saya sendiri terus terang cukup terkejut dengan perkembangan receiver sekarang ini, dulu mungkin kita hanya mengenal beberapa merek saja, namun sekarang ini banyak sekali receiver receiver baru yang bermunculan. Mereka dikembangkan dengan harga yang relatif lebih murah, namun tetap menjaga kualitasnya.
Pada intinya Receiver (RX) merupakan jantung utama dari sebuah model RC, tanpa adanya RX kita tidak mungkin mengontrol terbang dan pergerakan pesawat model kita. maka dari itu, sedikit pengetahuan tentang apa itu receiver, jenis receiver perlu kita ketahui, sehingga kita tahu bagaimana menangani receiver dengan baik dan meningkatkan keselamatan terbang, dan keutuhan pesawat kita.

Cystal
Type dengan menggunakan cystal baik pada Receiver ataupun Transmitter merupakan yang paling banyak digunakan, selain itu type cystal merupakan pengembangan pertama pada receiver. Namun sering saya temukan, banyak dari pemain RC memasang type receiver dengan Cystal dan melupakannya begitu saja setelah terpasang atau saya bilang "Plug and forget" itu istilah saya loh.
Kita harus ingat, Performa dan kemampuan cystal ada batasnya, dan kemampuan serta performanya akan mempengaruhi nasib kamu, terbang terus atau crash :)
Apabila cystal terdapat suatu permasalahan, maka cystal akan menghentikan frekwensi, meskipun hanya sebentar namun ini cukup menghentikan penerimaan frekwensi dari transmitter.
dan pada akhirnya akan mempengaruhi nasib servo kita. Gejala ini dinamakan spletter atau gitter, dimana servo bergetar karena hilang dan adanya frekwensi yang masuk.

Ini ada sedikit tips untuk merawat Cystal.

1. Jangan simpan cystal pada penyimpanan yang memiliki suhu extrem
2. Jangan menjatuhkan cystal, mereka tidak tahan
3. Gantilah cystal apabila crash
4. Ingatlah kemampuan cystal menurun dari hari ke hari. semakin lama umurnya semakin kemampuannya berkurang.
5. Jangan pernah menggabungkan cystal dengan receiver yang berbeda mereknya (misal Futaba dengan Hitech, JR dengan Futaba)
6. Semakin mahal cystal semakin tinggi umurnya.
7. Selalu lapisin receiver dengan busa untuk menahan goncangan.
8. Selalu cek secara teratur.



Failsafe Operations
Beberapa receiver dapat diprogram untuk melakukan failsafe apabila terjadi signal hilang. apabila kita terbang pada daerah daerah sensitif ataupun pada daerah yang dekat dengan pemukiman, failsafe akan membantu kita agar tidak terjadi kecelakan yang parah akibat model.
selalu set posisi failsafe untuk throttle di minimal.

Apa yang di sebut PPM Modulation.
Kita sering menemukan istilah PPM modulations pada receiver. PPM adalah PULSE POSITION MODULATION, yaitu sebuah sistem modulasi dimana setiap informasi posisi servo pada tiap channelnya dipancarkan mengunakan Frekwensi modulasi. Modulasi merupakan Quasi digital yang mendata informasi posisi servo dalam bentuk pulse, namun informasi posisi servo yang sebenarnya dihitung dan dikalkulasikan dengan pulse posisi.

Apa yang di sebut PCM Modulation.
PCM merupakan PULSE CODED MODULATION, yaitu sebuah sistem modulasi, dimana posisi informasi servo dari tiap channelnya didata dan di encoded dan ditansmisikan kembali dengan frekwensi modulasi. PCM merupakan type sistem modulasi digital yang sebenarnya, dimana posisi informasi tiap tiap servo dikirimkan dalam bentuk nomor nomor yang di encoded sampai 10 bit resolusi. Bit bit yang error ditambahkan maka apabila terdapat data yang corrup, bagian decode dari receiver akan mengenalinya, dan apabila diperlukan akan menolaknya sehingga informasi tidak sampai ke servo. servo pada channel yang terkena error code akan berada pada posisi sebelumnya sampai dia mendapatkan kode bit yang benar dan tidak error.
PPM receiver tidak dapat melihat data code dari transmitter PCM, dan demikian juga sebaliknya.

Jadi PCM receiver memiliki nilai noise yang kecil dan sangat sensitive, namun karena sangat komplek dan membutuhkan banyak informasi sebelum memancarkan signal informasi tiap channelnya, maka receiver PCM lebih lambat responnya daripada receiver PPM.
Receiver PPM memiliki Frame rate sekitar 25 mili detik, dan PCM memiliki frame rate lebih lambat yaitu 48 mili second.

Jadi, karena kemampuan PCM yang menggunakan sistem pancaran digital yang sebenarnya, akan membuat servo tidak akan menerima data data yang korup, dan servo akan aman dari jitter, dan apabila terjadi hilangnya pancaran transmisi, interference maka secara automatis receiver akan masuk model failsafe
Ini merupakan bonus lebih bagi kita untuk menjaga agar model tidak terbang menjauh, dan throttle akan ke minimum. jadi terbang tetap aman dan model tidak hilang.

PPM receiver dengan DSP decoding
Receiver type ini banyak dikembangkan oleh perusahaan perusahaan lain untuk menjadikannya sebagai Aftermarket receiver. Design dari receiver ini menggunakan sistem modulasi PPM, namun ditambahkan suatu komputer kecil pada bagian decodenya dan menggunakan sistem alogaritma untuk membersihkan noise noise yang terjadi pada receiver PPM, baru setelah itu signal yang bersih dan tidak korup diteruskan ke servo.
Teknik ini dikenal dengan nama DSP atau DIGITAL SIGNAL PROCESSING dan yang terpenting menjadikan PPM memiliki fasilitas Failsafe.

Jenis type ini lebih murah dikembangkan daripada pengembangan type PCM yang lebih komplek pada sistem transmit code dan encodenya. dan keunggulan dari type ini adalah dengan lebih sederhananya dari PCM maka sistem signal yang tidak komplek akan mempercepat respon dan reaksi pada servo, disamping itu type receiver ini lebih cepat dua kali lipat untuk masuk ke failsafe apabila terjadi masalah dan 2 kali lebih cepat keluar dari failsafe apabila signal yang bagus kembali di peroleh.
kelebihan lain dari receiver ini mereka biasanya dikembangkan dengan menggunakan LED indikator pada receivernya, sehingga apabila ada terjadi interferansi atau glithing kita akan mengetahuinya dengan cepat dan ini akan sangat membantu kita.


Kamu lagi enak-enaknya terbang tiba-tiba terjadi interference, Glitch , dan crash.
satu pernyataan yang banyak orang sering katakan "PAKAI DONG PCM BIAR NGA PERNAH GLITCHING DAN AMAN" ---> BETUL ATAU SALAH.
SATU YANG SAYA BISA KATAKAN : INGAT GLITCHING TERJADI KAPAN SAJA KARENA RECEIVER MERECORD DATA KORUP PADA POSISI INFORMASI TERAKHIR YANG TERDATA.
RECEIVER PCM AKAN MEMFILTER DATA SAMPAI NOISE YANG TERJADI HILANG DAN MASUK DATA YANG BENAR DAN TIDAK KORUP, PROSES INI MEMAKAN WAKTU
DAN KENYATAANNYA RECEIVER KAMU TIDAK MEMILIKI WAKTU UNTUK MASUK KE FAILSAFE DAN KAMU SUDAH TAU HASIL AKHIRNYA - CRASH.


Single atau Dual Conversion Receiver.
Segala bentuk dari RF receiver, yang dipancarkan ataupun di terima oleh modul RF, akan di singkroniskan pada Frekwensi tinggi kemudian dikonfersi ke frekwensi rendah untuk di demodulasi dan diproses signalnya. Ada banyak alasan teknik mengapa dilakukan seperti itu, namun itu tidak akan dibahas disini.
Frekwensi konversi ini bekerja berdasarkan pada faktor dimana mencampurkan 2 frekwensi bersama sama pada sirkuit mixer RF yang sesuai, kemudian output pada mixer akan menghasilkan banyak komponen, yang termasuk pula jumlah dan perbedaan antara dua frekwensi tersebut.
Konsep ini merupakan proses penggabungan SUPER HETERODYNE dan pada receiver umumnya disebut bertype SUPERHET. Umumnya perbedaan antara kedua frekwensi di pilih dengan filter yang sesuai, diproses dan di demodulasi menjadi frekwensi yang jauh lebih rendah atau disebut IF frekwensi, RC radio umumnya menggunakan 455KHZ

PERJELASANNYA SEPERTI INI
Cystal frekwensi yang kamu pakai, pada tahap awal adalah merupakan nomer frekwensi yang kamu gunakan untuk melakukan transmit dan menerima signal. dan frekwensi ini merupakan frekwensi akurat yang diproses.
Pada SINGLE RECEIVER hanya terdapat 1 mixer yang digunakan. Pencampuran yang terjadi akan menghasilkan proses nomer frekwensi yang telah difilter menjadi 455KHZ pada IF frekwensi.
Oleh karena itu apabila terdapat dua atau lebih transmitter yang bekerja mereka dapat menghasilkan satu komponen frekwensi yang sama 455KHZ. Ini dapat terjadi apabila dua transmiter berada dalam jarak yang sangat dekat.
satu sama lain, itulah sebabnya apabila terbang bersama sama, ambilah jarak yang cukup jauh satu sama lain agar aman.
pada DUAL CONVERSION
menggunakan 2 mixer yang bekerja bersamaan sehingga menghindarkan kemungkinan kejadian diatas dimana IF frekwensi sama dapat dihindarkan. Bisanya Mixer yang pertama akan menggunakan frewensi IF 10.7MHZ dan frekwensi IF kedua adalah 455 KHZ.

Itulah sebabnya dimana apabila Frewensi yang sama dimana 1 single conversion dan 1 dual convesion dinyalakan bersama sama maka Frekwensi yang single konversion akan Glitching.
karena dual conversion akan menggunakan 2 mixernya di frekwensi IF 10.7MHZ dan 455KHZ, sehingga frekwensi IF single conversion yang 455KHZ akan terganggu dan glitching dan DUAL CONVERSION tidak akan berpengaruh.


 
Artikel ini telah di lihat 11289 pembaca

 

 

 

 

 

 

 

Our Products Video
 
 
 
 
 
2 visitors online
Your Ip Address :
54.166.188.64
 
 
Web Design 2010 By PT. Puri Global Internusa - Jakarta